#bride #white #flowers #rose #photooftheday #instaphoto

#bride #white #flowers #rose #photooftheday #instaphoto

#kid #sundayschool matthew #love #fun #photooftheday #instaphoto

#kid #sundayschool matthew #love #fun #photooftheday #instaphoto

1 note

queensy  (Taken with Instagram)

queensy (Taken with Instagram)

Be With You - Sendy Stepvina

Savior of my soul

I confide in You through all my darkest moments

In You I find my peace my comfort when I’m weak

I trust in You through storm and raging sea

Read More

Where there is a love, there is a life.

It sucks to see your profile picture with her.. I just died a little inside.

2 notes

Lebih baik bertempur dan kalah daripada tidak pernah bertempur sama sekali.
Arthur Hugh Clough

KEBERHASILAN adalah kemampuan untuk MELEWATI dan MENGATASI dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya TANPA KEHILANGAN SEMANGAT.
Sir Winston Churcill

Lebih baik satu hari di pelataranMu daripada seribu hari di tempat lain.

Demam Berdarah Dengue

Saat saya masih kelas 6 SD (sekarang 1 SMA) saya terserang sebuah penyakit bernama Demam Berdarah Dengue (DBD). Tepatnya tanggal 31 Agustus 2006, saya dan oma saya pergi ke sebuah Toserba di Jatibarang. Sepulang dari sana, saya merasa badan saya tidak enak. Merasa pusing, panas, meriang, dll. Saya dan orang tua saya menganggap itu adalah hal biasa. Paling diobati sedikit sudah sembuh. Tapi ternyata 3 hari panas tidak juga turun. Akhirnya saya ke dokter untuk memeriksakan kondisi badan saya. Dokter mengatakan mungkin saya terkena cacar karena timbul 2 benjolan seperti cacar sehingga Dokter menyarankan saya untuk meminum air kelapa. Hari itu sebenarnya saya sudah mimisan 2x dari lubang hidung yang berbeda. Saya masih anggap itu biasa. Semakin malam ternyata saya mimisan lagi untuk yang ke3 kalinya. Saya pun masih menganggap biasa. Keesokan harinya, karena panas saya tidak juga turun, Dokter menyarankan saya untuk tes darah. Dan hasilnya cukup mengejutkan saya. Saya positif terkena DBD. Saya pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di indramayu, tetapi karena alat2nya kurang lengkap, saya di rujuk ke rumah sakit di cirebon. Saya tenang. Ya saya tenang. Tidak ada kegelisahan sama sekali dalam diri saya. Malahan justru ortu saya yang panik. Saya di UGD ± 1 jam. Infusan setiap 10-15 menit habis. Jadi di UGD saja saya menghabiskan infusan ± 4-5 botol. Saya cuma berpikir 1 hal saat itu. Tes darah menunjukan trombosit saya hanya 34rb yang seharusnya normalnya adalah 150-300rb. Disitu saya cuma berpikir mungkin saya akan mati karena saya pun mendengar sendiri bahwa anak dari teman oma saya meninggal karena DBD. Padahal trombosit dia lebih tinggi dari saya. Jadi yg ada di otak saya hanya mungkin saya akan mati hari itu juga. Dokter mengharuskan saya masuk ICU tetapi Dokter jaga yang di UGD berkata bahwa kondisi saya kuat. Tidak perlu masuk ICU-pun gapapa. Dan saat itu juga saya dimasukkan ke kamar biasa kelas 1 untuk 1 orang. Hari itu adalah hari Senin. Mulai banyak yang menjenguk saya. Yang pertama kali adalah Oom Gatot&istri. Sewaktu mereka menjenguk, badan saya menggigil biru seperti orang mati saja. Saya sudah mulai takut karena lagi-lagi saya berpikir bahwa saya akan mati. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Saya belum mati. Belum. Lalu malemnya dateng o richard membawa buah2an. Saya tau o richard begitu sayang sama saya. Sayang sebagai adik. Di rumah sakit saya harus diambil darah setiap 6 jam. Jadi 1 hari saya diambil darah sebanyak 4x. Jadilah tangan dan kaki saya biru2 karena suntikan tersebut. Kira2 setelah berlangsung 3 hari di rumah sakit, trombosit saya terus naik walaupun tidak banyak. Akhirnya pengambilan darah dilakukan 12jam 1kali. Hari jumat, om saya, om Yohan, adik dari mami saya, datang dari Bandung membawa obat cina yang konon manjur. Jumat malam pun saya meminum obat tersebut tanpa sepengetahuan Dokter. Alhasil hari Sabtu ketika saya diambil darah, lalu saya cek trombositnya, ternyata trombosit saya yang tadinya 77rb (malam) ternyata naik drastis menjadi 169rb (: dengan senangnya saya langsung meminta mami untuk menghubungi Dokter agar segera pulang \(´▽`)/ Ketakutan saya berubah menjadi kegembiraan yang sangat amat dalam. Tuhan membuat saya sembuh! Puji Tuhan! Suatu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Bukan obat yang menyembuhkan saya, tetapi karena anugrah Tuhan yang membuat saya ada sampai sekarang. Saya cuma mau bilang kalo Tuhan ga akan ninggalin kita. Tuhan ga akan biarin anaknya menderita. Bersyukur oleh apa yang ada (:

Kita kuat jika Tuhan dekat
@PastorGilbertL

1 note

LEARN from yesterday, DO your BEST today, PLAN for a better tomorrow. Happy Sunday ☺